B A B I

P E N D A H U L U A N

1.1 Latar Belakang
Manusia tidak terlepas dari fitrahnya sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, akan selalu dihadapakan dengan interaksi antar manusia yang menimbulkan banyak kejadian. Setiap kejadian tersebut terangkum dalam alam pikiran manusia dan terus dikaji oleh otak sehingga terbentuk sebagai pengetahuan. Selama masa hidup, pastilah banyak pengetahuan yang didapat oleh manusia. Seiring perkembangan zaman, manusia dituntut untuk terus memperbaharui dirinya, tak terkecuali manusia-manusia yang berkecimpung dalam lingkungan sosial yang tertata dan terstruktur yaitu manusia organisasi.

Organisasi memiliki manusia sebagai salah satu elemen pentingnya. Kumpulan manusia yang bernaung di dalam suatu organisasi, tidak serta merta berkumpul dan kemudian menghasilkan sesuatu, tanpa arah, tanpa kerangka kerja yang jelas. Untuk itulah hadir ilmu Manajamen Sumber Daya Manusia, mengingat manusia bukan lagi sekedar faktor produksi dalam suatu organisasi, tapi lebih kepada asset organisasi. Asset yang perlu dikembangkan dan di-update mengikuti perkembangan zaman yang telah terbawa arus globalisasi.

Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia hadir karena tuntutan kebutuhan manusia akan suatu arahan yang jelas dan terkendali mengenai bagaimana mereka menjalankan peran sebagai sumber daya organisasi yang harus terus berkembang dan nantinya mampu mengembangkan organisasi dengan kemampuan yang mereka miliki. Manusia semakin menyadari, dunia berkembang sangat pesat, oleh karena itu mereka senantiasa mengembangkan kemampuan mereka dengan mempergunakan ilmu yang mereka dapatkan.

Dalam perjalanannya, ilmu Manajemen SDM tidak hanya terfokus pada Manajemen Manusia, namun juga hal-hal yang berhubungan dengan operasional kerja manusia di organisasi, yang kemudian dikenal dengan Manajemen Personalia. Maka dari itu, dalam makalah ini, penulis membahas mengenai “PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA”.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia?
2. Bagaimana Manajemen Sumber Daya Manusia berkembang?
3. Apakah perbedaan antara Manajemen Sumber Daya Manusia dengan Manajemen Personalia?

1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi Manajemen Sumber Daya Manusia;
2. Untuk mengetahui perkembangan Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia;
3. Untuk mengetahui perbedaan antara Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Personalia.

1.4 Kegunaan Penulisan
1. Sebagai tambahan pengetahuan bagi Penulis dan pembaca;
2. Sebagai bahan referensi bagi penulisan makalah sejenis;
3. Sebagai rujukan bagi pihak-pihak yang ingin menggunakan makalah ini untuk pengembangan organisasinya.

1.5 Sistematika Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, penulis membagi tiap bahasan ke dalam beberapa bab. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pembahasan materi yang penulis sampaikan. Berikut pembagiannya :
BAB I PENDAHULUAN berisikan Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Kegunaan Penulisan, dan Sistematika Penulisan;
BAB II KERANGKA TEORITIK berisikan Ilmu Manajemen, Sumber Daya Manusia, Manajemen Sumber Daya Manusia (HR Management) dan Manajemen Personalia (Personnel Management);
BAB III PEMBAHASAN berisikan Perkembangan Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia;
BAB IV PENUTUP berisikan Kesimpulan dan Saran atas penulisan makalah ini.

B A B I I

K E R A N G K A T E O R I T I K

2.1 Ilmu Manajemen
Ilmu Manajemen berasal dari dua kata, yaitu Ilmu dan Manajemen. Masing-masing kata memiliki definisi yang akan dijelaskan berikut :

Menurut Jujun S. Suriasmantri dalam bukunya “Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer”,
”Ilmu adalah suatu cara berpikir dalam menghasilkan suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan yang dapat diandalkan atau metode yang dipergunakan dalam kegiatan ilmiah”

Sedangkan dalam modul kuliah Metodologi Penelitian yang disampaikan oleh Dr. Tendi Haruman di Institut Manajemen Telkom, mengungkapkan bahwa :
”Ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang menjelaskan hubungan kausalitas atas suatu obyek menurut metode-metode tertentu yang berupa satu kesatuan yang sistematis.”

Kemudian arti dari Manajemen menurut Cambridge Advanced Learner’s Dictionary adalah,
“Management, the control and organization of something”

James A. F. Stoner mengungkapkan dalam bukunya, “Management”,
“Management is the process of planning, organizing, leading and controlling the effort of organizational members and the use of other operational resources in order to achieve stated organizational goals”

Sementara itu Ricky W. Griffin dan Ronald J. Ebert menyatakan,
“Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan sumber daya finansial, manusia dan informasi suatu perusahaan untuk mencapai sasarannya.”

Dari beberapa definisi mengenai Ilmu dan Manajemen yang telah dijabarkan di atas, dapatlah diambil suatu rangkuman mengenai definisi Ilmu Manajemen.
“Ilmu Manajemen yaitu suatu akumulasi pengetahuan yang memiliki hubungan kausalitas, dan menjadi kesatuan yang sistematis tentang objek manajemen, yaitu yang berkaitan dengan hal perencanaan, pengaturan, pengarahan, serta pengawasan terhadap sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi.”

2.2 Manajemen Sumber Daya Manusia (HR Management)
Dalam Business, seventh Edition, HR Management adalah,
“Serangkaian aktivitas organisasi yang diarahkan ke usaha menarik, mengembangkan, dan mempertahankan angkatan kerja yang efektif.”

Atau pengertian yang dijabarkan dalam kuliah Manajemen SDM oleh T.T. Sipayung,
“Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan atas pengadaan, pengembangan kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan PHK dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan, individu, dan masyarakat”

2.3 Manajemen Personalia (Personnel Management)
Manajemen Personalia sering diartikan sama dengan Manajemen Sumber Daya Manusia. Sekilas mungkin benar, namun ada yang memberikan definisi berbeda mengenai Manajemen Personalia, yaitu;
“Personnel management is more administrative in nature, dealing with payroll, complying with employment law, and handling related tasks”
Juga sebuah pernyataan bahwa Manajemen Personalia yaitu;
“Proses pencatatan / administrasi yang terkait dengan karyawan, seperti diantaranya penggajian, pajak, pensiun, cuti, absensi dan lembur.”


B A B I I I
P E M B A H A S A N
Ilmu manajemen merupakan ilmu yang sudah berusia lama. Dimulai pada abad 19 bidang pelajaran manajemen mulai berkembang. Berasal dari ilmu Ekonomi, seorang pakar Ekonomi klasik, Adam Smith dan John Stuart Mill, mengemukakan teori pengaturan sumber daya, produksi dan penetapan harga. Di saat yang hampir bersamaan, Eli Whitney, James Watt, dan Matthew Boulton yang merupakan para penemu besar, mengembangkan teknik produksi seperti Penetapan standar, prosedur kontrol kualitas, akuntansi biaya, penukaran bahan, dan perencanaan kerja. Dilanjutkan di pertengahan Abad 19, Robert Owen, Henry Poor, dan M. Laughlin dan lain-lain memperkenalkan elemen manusia dengan teori pelatihan, motivasi, struktur organisasi dan kontrol pengembangan pekerja. Pada akhir abad 19, Pelaku ekonomi marginal Alfred Marshall dan Leon Walras dan lainnya memperkenalkan lapisan baru yang kompleks ke teori manajemen. Pada 1900an manajer mencoba mengganti teori mereka secara keseleruhan berdasarkan sains.
Teori mengenai Manajemen berkembang sampai di Abad ke-20, orang seperti Henry Fayol dan Alexander Church menjelaskan beberapa cabang dalam manajemen dan hubungan satu sama lain. Sementara itu, Peter Drucker menulis salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation), diterbitkan tahun 1946. Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.
Pada akhir Abad 20, Manajemen semakin berkembang dan muncul menjadi beberapa bagian, yaitu Manajemen Operasi, Strategi, Pemasaran, Keuangan, Informasi Teknologi, dan tentunya juga Sumber Daya Manusia. Pembagian bidang manajemen itu sendiri mengacu pada perangkat manajemen, 6M, Man, Money, Materials, Machines, Methods, Market.
Pada awalnya, Manajemen Sumber Daya Manusia sering dipandang sebelah mata dalam banyak organisasi. Karena dulu, manusia masih dianggap sebatas faktor produksi, yang tidak perlu diatur dengan ilmu dan aturan tertentu. Namun dengan berkembangnya teknologi informasi, dan juga masuknya era globalisasi, para pemilik organisasi semakin menyadari bahwa kebutuhan akan manajemen manusia atau Manajemen Sumber Daya Manusia, sangatlah penting. Para pekerja pada akhirnya pun mulai berpikir, mereka bekerja tidak hanya sekedar menghabiskan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, tapi juga memiliki kebutuhan untuk berkembang, mendapat kepuasan dari suatu pekerjaan. Hal-hal seperti itulah yang membuat Manajemen Sumber Daya Manusia senantiasa berkembang dan pada akhirnya kini menempati posisi strategis dalam pertumbuhan suatu organisasi maupun perusahaan.
Tidak dapat dipungkiri, manusia, menjadi salah satu asset utama sebuah organisasi yang sama sekali tidak dapat dihindarkan apalagi dihapuskan. Kebutuhan akan manusia yang unggul, berkembang dari waktu ke waktu dalam suatu organisasi adalah keharusan. Para pemikir, peneliti, dan juga pengamat organisasi terus mengembangkan ilmu yang berkaitan dengan manusia, dari segala aspek kehidupan seorang manusia yang mungkin untuk didalami, dipelajari dan ditelaah lebih jauh sehingga dapat dijadikan acuan bagi ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia untuk berkembang lebih pesat dan selalu sesuai dengan kebutuhan sumber daya manusia di tiap masanya. Adapun semua itu dilakukan demi menciptakan iklim pertumbuhan organisasi yang kompetitif dan dinamis. Karena dengan iklim pertumbuhan yang demikian, dapat ditarik manfaat di masa mendatang, manusia terbiasa dan selalu terpacu untuk mengembangkan dirinya menjadi individu yang semakin berkualitas dan memiliki daya saing secara sehat dan positif. Bersemangat untuk mengembangkan diri, organisasi dan sampai pada pengembangan negara Republik Indonesia.
Terkait dengan perkembangan Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, yang merupakan pengembangan dari proses sistematis dalam fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sumber daya organisasi yang berupa manusia dalam rangka pencapaian tujuan bersama, diperlukan kemampuan dari orang-orang yang berkecimpung dan tertarik di bidang Sumber Daya Manusia, yakni Manajer SDM untuk berperan Proactive serta mampu cepat juga tanggap melihat gejolak pasar tenaga kerja yang seringkali berubah tergantung kondisi eksternal sumber daya manusia, yaitu ekonomi, politik dan keamanan.
Satu hal yang pasti dari perkembangan ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, ada perubahan yang nyata dari fungsi utama Manajemen Sumber Daya Manusia. Perubahan dari spesialisasi bidang penanganan pekerja, menjadi bagian yang terintegrasi dengan bidang-bidang lain di dalam organisasi. Kebijakan yang diambil oleh bagian Manajemen Sumber Daya Manusia kini lebih erat berhubungan dengan rencana strategis perusahaan, atau kebijakan perusahaan. Bagian SDM harus mampu mewujudkan rencana strategis organisasi ke dalam bentuk tenaga kerja dan segala hal yang terkait dengannya, yang sesuai untuk organisasi.
Sebelum ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia berkembang seperti saat ini, dulu Manajemen SDM lebih terfokus pada hal-hal seperti kegiatan administrasi bagian karyawan, yakni dalam masalah perekrutan, pelatihan dan pengupahan dan sebagainya. Hasil yang diperoleh dari pengelolaan SDM yang baik dapat dipastikan bahwa karyawan yang direkrut telah memenuhi kriteria yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan bagian produksi, bagian fungsional lainnya dan menerima imbalan yang sesuai.
Beberapa ahli menyatakan, bahwasanya tidak ada perbedaan antara Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Personalia. Kedua istilah tersebut dapat digunakan secara bergantian, dengan tanpa perbedaan pada maknanya. Kenyataannya, istilah-istilah tersebut sering digunakan bergantian dalam iklan lowongan pekerjaan dan deskripsi pekerjaan.
Bagi mereka yang menyadari perbedaan antara Manajemen Personalia dengan Manajemen SDM, perbedaan tersebut dapat dideskripsikan sebagai perbedaan secara filosofi. Manajemen Personalia lebih mengarah ke kegiatan adiministrasi, sistem penggajian dan pengupahan, mematuhi hukum ketenagakerjaan, dan memegang beberapa tugas yang terkait. Di sisi lain, Manajemen Sumber Daya Manusia bertanggungjawab untuk mengatur keadaan pekerja sebagai salah satu sumber daya utama yang dapat berkontribusi untuk kesuksesan suatu organisasi.
Ketika perbedaan antara Manajemen Personalia dan Manajemen SDM disadari, Manajemen SDM dilihat memiliki cakupan yang jauh lebih luas dari Manajemen Personalia. Manajemen SDM dikatakan harus menyertakan dan mengembangkan tugas-tugas Manajemen Personalia, sembari mencari dan menciptakan juga mengembangkan tim pekerja yang dapat mendatangkan keuntungan bagi organisasi. Tujuan utama dari Manajemen SDM adalah membuat pekerja mampu bekerja pada tingkat efisiensi paling tinggi.
Lingkup Manajemen Personalia termasuk pada tugas-tugas adiministrasi baik tradisional maupun rutin. Secara berbeda, Manajemen SDM terkait dengan strategi yang berkelanjutan untuk mengatur dan mengembangkan tenaga kerja organisasi. Manajemen SDM bertindak proactive, karena melibatkan pengembangan yang berkelanjutan dari fungsi-fungsi serta aturan-aturan yang bertujuan untuk meningkatkan tenaga kerja organisasi.
Dari beberapa penjelasan tersebut di atas, dapat dilihat bahwa sebenarnya, Manajemen Personalia merupakan bagian tak terpisahkan dari Manajemen SDM. Hanya saja, terkadang perlu dijabarkan perbedaan antara Manajemen Personalia dengan Manajemen Sumber Daya Manusia. Pada akhirnya, kedua bentuk Manajemen tersebut merupakan salah satu modal bagi organisasi, untuk mencapai stabilitas organisasi dan tujuan utama organisasi yang paling tinggi.


B A B I V

P E N U T U P

5.1 Kesimpulan
Manajemen Personalia sering disebut sebagai fungsi mandiri dari sebuah organisasi. Di sisi lain, Manajemen Sumber Daya Manusia, cenderung menjadi bagian integral dari keseluruhan fungsi organisasi. Bagian Personalia lebih sering dikaitkan pada bentuk pengaturan pemberian motivasi pada karyawan yang berupa kompensasi, bonus, penghargaan dan penyederhanaan tanggung jawab pekerjaan. Sementara Manajemen Sumber Daya Manusia memiliki fungsi menyeluruh dari kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan serta pengawasan tenaga kerja atau angkatan kerja suatu organisasi yang merupakan asset, yang kelak menjadi sarana organisasi untuk memperoleh tujuan bersama.

Dari penjelasan pada Bab Pembahasan di atas, dapatlah disimpulkan bahwa Manajemen Personalia dan Manajemen Sumber Daya Manusia memiliki hubungan yang erat dan saling terkait. Di mana posisinya adalah, Manajemen Personalia menjadi bagian dari Manajemen Sumber Daya Manusia itu sendiri. Hal-hal yang termasuk dalam bidang Personalia, juga dibawahi atau ditangani oleh orang-orang yang mengelola bagian Sumber Daya Manusia. Karena sesungguhnya secara makna, dapat dikatakan tidak ada beda antara Manajemen Sumber Daya Manusia dengan Manajemen Personalia.

Perkembangan Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia juga mencakup dalam perkembangan dalam bidang Personalia. Manajemen SDM tidak hanya mahir dalam mengurus administrasi karyawan, tapi lebih dari itu, juga berperan terhadap pengembangan skill, knowledge, serta attitude dari karyawan yang tidak lain dan tidak bukan adalah bagian penting dari tumbuh kembangnya suatu organisasi.

5.2 Saran
Penulis menyarankan bagi siapapun yang berminat dalam bidang SDM terutama mengikuti perkembangannya dan turut serta membangun bidang keilmuannya, sangat diperlukan keahlian untuk melihat Manajemen Sumber Daya Manusia tidak hanya dari satu sisi Manusia, tetapi juga perlu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang ada di sekitar manusia sebagai objek utama dari Manajemen Sumber Daya Manusia ataupun Personalia.


D A F T A R P U S T A K A

Cambridge Advanced Learner’s Dictionary
Dessler, Gary. 2003. Human Resources Management, 9th edition. Pearson Prentice-Hall, Inc : New Jersey
Griffin, Ricky W. & Ebert, Ronald J. 2005. Business, seventh edition. Pearson Prentice-Hall, Inc : New Jersey.
Haruman, Dr. Tendi. 2009. Modul Kuliah Metodologi Penelitian. Institut Manajemen Telkom : Bandung.

http://elqorni.wordpress.com/2008/04/24/sejarah-ilmu-manajemen/

http://www.portalhr.com

Sipayung, T.T. 2009. Slide Presentasi Management SDM. Institut Manajemen Telkom : Bandung.
Stoner, James A.F. 1978. Management. Pearson Prentice-Hall International, Inc : London
Suriasumantri, Jujun S. 2005. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer Cetakan ke-18. Pustaka Sinar Harapan : Jakarta.

About these ads