InsideMe

Marriage Life

Pernikahan adalah … ya itu tergantung dengan siapa kamu menjalaninya.

Di setiap film ataupun cerita, seringkali pernikahan digambarkan sebagai momen bahagia dalam hidup pelakunya. Penuh bunga, senyuman, berkumpulnya sanak famili, bertebaran doa, so beautiful. ya, itulah, acara pernikahan.

tapi kehidupan pernikahan, layaknya kehidupan, naik, turun, dipenuhi tawa, tangis, amarah, diam, dan dialami dua manusia yang menjalaninya.

pernikahan bisa saja dimulai dengan cinta pada pasangan, namun dijalankan, dipertahankan dengan iman, dengan cinta yg lebih besar yaitu pada Allah SWT. karena menikah itu, lebih dari sekedar melegalkan hubungan badan antara laki2 dan perempuan di mata agama dan negara. tapi ada kemunculan kewajiban dan hak setelah sebuah kata akad disahkan. untuk menjalankan hal itu, ada banyak usaha yang dibutuhkan. sangat, banyak.

pernikahan, ketika isi ceritanya bukan lagi, suami, istri, tapi bertambah dengan anak pertama, anak kedua, maka rasanya akan berubah. perasaan tidak lagi tentang hanya tertawa, tapi tertawa terbahak2. menangis tidak lagi mengeluarkan air mata, tapi disertai raungan dan teriakan. sungguh, ombaknya lebih ganas, sadis. 😀

pernikahan, bagi sebagian orang, dijalani sepenuhnya baik2 saja. smooth, well, nice, hhe. tapi yg saya jalani, kadang sedikit bergelombang kencang. salah satunya saat berhadapan dengan kebutuhan akan uang.

kami pernah, di suatu siang mengorek2 kumpulan uang receh di seluruh sudut rumah kontrakan, untuk dikumpulkan dan ditukarkan ke Superindo, karena gaji belum ada, tapi uang di dompet habis. dan tahukah kamu, berapa yg kami dapatkan? 246.000 dari kumpulan receh2. hahaha…cukup untuk bertahan saya, suami, dan anak pertama kami selama bbrp hari menjelang gajian. maklum, saya resign sebelum melahirkan, jadi pemasukan hanya dari suami.

dan ketika anak kami sudah dua, pun masih ada episode pernikahan dimana kami mencari recehan untuk sekedar dibelikan jajanan anak2, karena mereka merengek ingin ngemil, sementara uang di tangan sudah dianggarkan untuk membeli barang yg lebih pokok.

apakah ini kesalahan finansial? hmm, tapi kadang aneh. kami pernah, merasa uang kami mepet, tapi dengan yakinnya mengeluarkan uang tsb untuk orang tua, sekedar membelikan sesuatu yg mereka suka, atau mengirimi mereka sesuatu, dan seperti sebuah keajaiban, tiba2 ada uang bonus, tiba2 ada yg mengirim makanan, tiba2 ada kiriman produk, sungguh rasanya ajaib, seolah2 ada rezeki yang datangnya tidak masuk akal.

yah, begitulah, kehidupan pernikahan, terkadang rasanya ajaib, terkadang rasanya terhimpit. sungguh, iman kepada Allah SWT adalah benteng pertahanan yg terkuat, insya Allah. mencintai Allah, yakin pada Allah, maka akan mencintai pasangan, anak2, dan juga keluarga lainnya.

menikah? jangan takut. tapi, pikirkan dulu matang2, yakinkan dirimu, bukan yakin karena orang lain bilang yakinin aja.

UnKnownMe

Drakor : Birthcare Center

Oke, jadi, duh dr awal nonton gemes banget dah. Baru 3 episode sih.

Dramanya ttg seorang perempuan yg merasa hamil & melahirkan ketuaan, dan jadi canggung sbg ibu baru. Padahal di luar sbg ibu, dia perempuan dg karir sukses.

Tapi trs dia bersama suami dan bayinya masuk ke pusat perawatan ibu bayi gitu. Bayi terpisah sama ibu, tapi tetap dijadwalkan menyusui.

Nah yg bikin gemes, itu karena dia nggak dibimbing dan seperti cenderung disalahkan kalo menyusuinya belum bisa, oke ada sedikit diajarin, tp ketika fail, kaya yg langsung dipandang salah banget. Gimana sih, ngga nyiapin diri jadi ibu apa. Gituu..

Padahal dia begitu, krn wkt hamil dia ngga nyangka msh bisa hamil dan saat hamil bahkan menjelang melahirkan pun masih sibuk kerja.

Oke well, nggak bisa disalahin sepenuhnya kan. Tapi tetep aja, beberapa adegan ketika dia salah / canggung sama bayinya trs bayi nangis, yg terjadi adalah si bayi dijauhkan dari ibunya. Seolah si bayi nanti malah dibikin nggak nyaman sama ibunya.

Ya gimana bayi bisa terbiasa sama ibunya, kalo dikit2 diambil, dikit2 dipisahin sama ibunya. Hahaha, kumaha atuh mau bonding ama anaknyaaaaaa…

Itu sih yg kepikiran. Tapi, hmm, mungkin, para perawat itu ngelihatnya, khawatir kalo si ibu yg msh canggung pegang bayi dibiarin tenangin bayinya, yg ada malah keduanya sama2 stress.

Hah..rumit emang rumit jd ibu ituh.. 😁

InsideMe

dr. John / dr. Cha Yo Han

harusnya hari ini upload episode baru Podcast, tapi sungguh, ku lupa bahwa ini hari Jumat. maka terlewatlah. yasudlah.

lagi nonton drakor lawas, tiba2 muncul di rekomendasi Netflix, judulnya dr. John tapi pas lihat sebutan Korea nya munculnya dr. Cha Yo Han.

di drama itu, female leadnya, dr. Kang Si Yon punya ayah, yg dalam kondisi tidak sadar sudah setahun, dan dibantu ventilator. si dr. Kang merasa, yg mereka lakukan hanyalah memperpanjang rasa sakit ayahnya, bukan memperpanjang hidupnya, jadi ketika kondisi ayahnya drop dan dokter2 berusaha menstabilkan lagi, dia bilang, hentikan. tapi saudarinya berbeda pendapat, saudarinya dokter juga, dia bilang jangan hentikan, dan dia terus melakukan menekan jantung sampai akhirnya stabil lagi. dia bilang, apakah salah kalau aku pengen ayah tetap ada walau dalam kondisi seperti ini. coba pegang ayah, tidak mati otak, tangannya masih hangat, aku masih ingin ayah di sini walau hanya seperti ini. aku belum sanggup melepas ayah.

tahu nggak, tidak akan pernah ada saat kita benar2 siap melepas orang yang kita sayang untuk pergi selamanya.

dan kemudian, ada adegan dr. Kang melihat pesan2 lawas antara dia dan ayahnya. dalam pikiranku, wah, kuat banget ya. karena sampai hari ini, hampir 10 bulan bapak pergi, sekalipun belum pernah, bukain lagi WA antara nomerku dan bapak. walaupun HP bapak sekarang aku pegang. tapi aku sungguh nggak sanggup, untuk baca2 pesan lagi. masih sakit.

waktu bapak ulang tahun, posting foto bapak di status WA. terus teman reply, dia bilang, kuat banget kamu, bisa posting foto almarhum bapak. teman baru sebulan ditinggal ibunya, dia bilang, bahkan belum sanggup lihat foto ibunya di hp. terus aku jawab, iya, mungkin karena aku udah lebih dulu ditinggal bapak. padahal, aku posting foto sambil nangis. hanya berharap bahwa bapak senang karena diingat. lucu? aneh? unfaedah? terserah…

I really hope, I can see his smile, walau dalam mimpi.

ah gila sih, gara2 drama dr. John nih. ckckck, cengeng yak..hah..