InsideMe

Kusuka

salah satu hal sederhana yg bikin bahagia adalah masuk ke toko peralatan tulis & perabotan.

masuk ke toko alat tulis itu, melihat warna warni yg banyak banget, alat gambar, pensil warna, bahan2 craft, buku note, binder, diary, ahhh heaven! bahkan dulu pernah bermimpi punya toko alat tulis, hanya karena ingin melihat lebih banyak warna di dunia, dan berbagi bahwa anugerah warna warni dunia dari Allah itu indah 😍

masuk ke toko perabotan itu, seperti berimajinasi, ih ada ini lucu, kayanya bisa buat wadah ini. wah ada itu, kok murah ya, lucuuuu πŸ˜„πŸ˜„ kebanyakan liat yg lucu2 dan apalagi kalo murah, oh ya Allah, itu godaan banget dan seneng aja muter2 liatnya πŸ˜‹

jaman sekolah dulu, selalu punya pulpen warna warni, buat nyatet pelajaran & nulis diary. oia, suka beli stiker juga, tempel2 di diary, di HP, dll.

sekarang mau begitu, kok malu ya, kaya udah nggak pantes gitu main yg lucu2, yg cute2, udah anak 2, atau..boleh aja ya? 🀣

Advertisements
InsideMe

Perfect

sempet kepikir lagu Perfect-nya Simple Plan cocok buat ngegambarin perjalanan V. tapi begitu baca liriknya lagi, nggak sepenuhnya sesuai. mungkin hanya part :

“hi dad, look at me,

“I just want to make you proud,

“I’m sorry, I can’t be perfect,

keputusan resign dua kali, dari 2 perusahaan bagus, mungkin hal yg tidak menyenangkan untuk ibu bapak. alasan pertama karena di perusahaan ke-1, V tidak menikmati pekerjaannya, karena V direkrut langsung pasca magang, tanpa melamar. di tempat yg ke-2, karena V akan melahirkan dan nggak bisa ninggalin anak, memilih jadi IRT.

V yakin ada rasa kecewa dari ibu, dari bapak, atas keputusan itu. bayangkan, yg lain rebutan melamar kerja, ini nggak ngelamar langsung kerja, malah keluar (saat itu masih labil, my fault.)

bayangkan, gaji di tempat kedua & bonusnya, jg lingkungannya & orang2nya itu enak banget, eh resign alasan ngurus anak. malah jadi IRT, dicibir sama orang, dibilang sayang lah, dll. huff. bapak, ibu, jauh di lubuk hati pasti kecewa.

tapi, dengan keras kepala, V punya keyakinan bahwa, saat ini, memilih jadi IRT, V berusaha cari ridho Allah lewat ridho suami. harapan V, jika V jd istri yg baik, maka ibu bapak akan kecipratan pahala juga. jika V jd ibu yg baik, mampu mengajarkan AlQuran & mengenalkan Allah pada anak2, maka amal jariyahnya akan mengalir untuk ibu bapak juga. karena dulu ibu bapak yg ajarin V.

apakah itu, boleh dianggap cukup untuk saat ini? walaupun ibu bapak nggak pernah komplen, tapi I know, mereka pasti ada rasa sedih.

I’m sorry, I can’t be perfect, but I want to make you proud..so you can look at me proudly, as always ☺️