Rain, I will stay

Masa kecil, masa SMA, masa muda, masa. Dia tidak akan pernah berbalik sejenak untuk mengajakmu menyejajarinya, dia tidak diberi telinga untuk mendengar keluhmu ketika dia berlalu begitu saja, dia tidak diajari untuk berkompromi dengan harapanmu, sehingga sering dia dan harapanmu tidak satu jalan,.

Jangan terluka, bukannya masa egois, harusnya manusia yang diberi akallah yang tau diri untuk berkompromi dan turut dengan masa..karena manusia adalah subjek,.

Hmmph, kenapa semakin dewasa seseorang, maka semakin sedikit tawa yang sering terdengar darinya? Apa dengan bertambahnya waktu dan usia, tawa pelan-pelan terambil sebagai ganti dari umur yang diberi?ataukah itu proses wajar untuk disebut normal?

Semakin bertambah waktu perjalanan di dunia, makin banyak hal-hal yang menjejali ruang pikir yang terbatas, setiap waktu berganti, ada bagian yang harus di replace, mungkin tawa adalah bagian yang direplace itu..

Jika aku mendengar bunyi hujan yang menimbulkan irama di genting, ada rasa yang tiba-tiba menyelusup lewat pori-pori kulit, membawa aroma haru, memutar file kenangan-kenangan ke tombol play,. Aku mulai terdiam, pandanganku mulai tak jelas, pelan-pelan air memenuhi kelopak mataku, pada batasnya air itu mengalir melintas pipi, menetes dari dagu..lalu tanganku tergerak untuk menghapusnya, hatiku bicara untuk menguatkan, menstimulasi otak untuk memunculkan senyum..
Hujan, aku akan tetap tegar dan bertahan..

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s