Dari Awal

Pautan ini dari hulu ke hulu
DIA cipta semua begitu
Lautan fatamorgana yang indah
Buat debu di pelupuk yang buta
Cuma DIA Yang Maha Tahu

Mauku hanya pada pijakan teguh
Tapi anggur memabukkan goda aku
Goyah nurani ini
Semula keukeuh satu arah
Kini semua arah adalah terawangan
aku coba berbalik, mengulang
Tapi sulit, tidak mungkin.

Sekarang,
aku ingin menatap satu noktah
Yang mewakili seluruh noktah
Menjiwai sebuah hiponim
Yang hipernimnya adalah jagad raya
Hingga akhirnya
aku telah tidak mungkin berpaling.

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s