Luaskan Area Jelajah

hhehe, kenapa ya judulnya gitu? Coba tebak, kira2 tulisan kali ini isinya apa ya?? Ada yang tau..?

kali ini Vie mo nulis tentang bagaimana seharusnya Pemimpin bekerja..berdasarkan pengalaman, juga beberapa buku ataupun artikel, yang sepintas-sepintas Vie baca..siapapun yang tertarik atau terinspirasi, silahkan.. ^_^

ketika kita di tempatkan untuk menjadi seorang pemimpin, mungkin sebagian dari kita berpikir.
“wah, enak nih, tinggal santai, yang ngerjain kan orang yang di bawah. Tinggal jadi konseptor, ngawasin, lpj, udah…”
Yap, mungkin benar,
Jadi pemimpin, berarti ga harus ngelakuin pekerjaan kasar. Katakan, jadi panitia, ngurusin hal ini itu, dll. Terjun di lapangan, udah ga lagi.
Tapi…pemimpin itu harus tau lebih banyak dari yang lain…
Pemimpin itu, harus punya kepekaan yang paling peka, dibanding yang lain…
Ketika memimpin, apalagi yang dipimpin adalah manusia, yang punya hati dan pikiran…maka pemimpin harus memperlakukan mereka, sebagai manusia…
Sesekali pemimpin harus turun ke bawah, untuk merasakan, untuk tahu, apa yang dilakukan oleh bawahannya…
Pemimpin itu, harus mau mengenal sosok anggota organisasinya, kalau perlu secara individu, supaya anggota itu juga merasa memiliki dan dimiliki oleh organisasi…
Pemimpin ga boleh berhati dan berpandangan sempit…
Pemimpin harus bisa tenang di depan anak buahnya dalam keadaan genting sekalipun.
Pemimpin haruslah visioner, bisa melihat jauh ke depan, bukan hanya tentang kemarin dan saat ini.
Pemimpin, bukan satu-satunya orang hebat di organisasi.
Tapi kepemimpinannya sukses, ketika dia bisa membuat orang-orang di sekitarnya, di organisasinya ikut menjadi bagian dalam kesuksesan tersebut.
Turut serta dalam sukses itu.

Ga ada satupun pemimpin yang sukses karena dia sendirian.
Ga mungkin.
Karena ga akan ada pemimpin kalau ga ada yang dipimpin.

Menurut Vie,
Pemimpin itu harus sesekali meluangkan waktu untuk mengenal siapa saja yang dipimpinnya secara personal. Ini penting.
Karena bekerja dengan manusia, membutuhkan keterampilan untuk mengenali, dan menghargai mereka agar merasa diperlakukan sebagai manusia. Tidak sekedar sebagai asset organisasi yang dipandang sama nilainya dengan benda mati. Tidak sama sekali.
Manusia adalah sumber pasti organisasi. Tanpa manusia, bukanlah organisasi.

Organisasi bisa hidup ketika manusia2 di dalamnya bisa menghidupkan organisasi itu. Ketika sebuah organisasi pada akhirnya terasa memiliki nyawa, maka harus kita lihat, bagaimana orang2 di dalamnya…ya, biasanya, itu karena SDM dalam organisasi tersebut menjalankan organisasi, dengan hati…dengan tuntunan yang sesuai…dengan arahan yang tepat…petunjuk apalagi yang paling benar selain Al-Qur’an dan Hadits. Maka, mari kita sama berorganisasi sambil mematri diri, agar kelak menjadi insan yang bagus softskill juga hardskill, berakhlak mulia, dan cinta pada TuhanNYA yang Esa, Allah SWT…sehingga dapat membawa pengaruh pada organisasi yang kita jalankan…

Apapun kita saat ini, semua adalah ketentuan Allah…syukurilah, maka janji Allah, nikmat itu akan ditambah…
Aamiin..
Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang2 yang kelak mendapat syafaat dari Allah SWT…

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s