Ramadhan Fitri

Kutuliskan sebuah kisah, tentang hari yang membuat banyak lidah menyebut Asma Tuhan yang Maha Esa, Sang Maha Cinta…

Hari di mana penantian menjadi nyata, pengampunan selalu ada tak terhingga, hari di mana setiap jiwa yang beriman, terpanggil untuk melaksanakan perintahNya, Tuhan Semesta Alam, Sang Pencipta Jiwa Raga manusia…

Ramadhan, bulan penuh kasih sayang, di mana si miskin merasa punya tempat untuk berteduh, merasa tak lagi kelaparan, merasa begitu diperhatikan.
Ramadhan, bulan disaat para musafir merasa memperoleh banyak keringanan, dimanja oleh Dia, yang Bertahta diAr-Rasy.
Ramadhan, setiap detiknya penuh dengan pahala, bahkan tidur pun dinilai sebagai ibadah, betapa besar nikmat Ramadhan, terlewat sehari saja, sungguh merugilah kami yang fana.
Ramadhan, cinta diukir di sana, ditasbihkan di bulan mulia, disanjung-sanjung dalam syair yang indah lagi berarti dalam, penuh dengan pengharapan akan kasih yang bersumber dari satu mata kasih saja, Allah Sang Cinta, Maha Segala Cinta…

Ramadhan 1430 Hijriah,
Ramadhan yang penuh dengan indah, gejolak nafsu meraja untuk menghalangi berbuat yang berpahala, tapi cintaku padaNya, kasihNya padaku, memenangkan aku dari semua itu. Di detik2nya yang penuh haru, penuh dengan mahabbah, aku sempurnakan Ramadhanku dengan ucapan Alhamdulillah, menyelesaikan 30 juz kalam illahi, ayat-ayat cintaNya pada manusia, padaku. Penuh haru kupeluk mushaf itu, kuteteskan air mata tanpa ragu, bibirku menyebutNya, ragaku bergetar akan kebesaranNya. Aku khatam Al-Qur’an, untuk kesekian kali, di waktu pergantian Ramadhan, menuju hari yang Fitri.

Ramadhan, betapa berartinya untukku, bergelut dengan waktu aku meyakinkan diri untuk bertahan di Ramadhanku, berulang kali mencoba memurnikan niat, mengesakan Dia, berpuasa karenaNya saja, bukan yang lain, memilih Ramadhanku sendiri, untuk mendekat padaNya.

Sungguh, Ramadhan, bulan penuh rasa, bulan penuh goda dan coba, tapi kasihNya membuktikan, hati yang penuh cinta padaNya takkan pernah merasa tersia. Hingga tiba saatnya, hari Fitri yang dinanti.

Iedul Fitri 1430 Hijriah,
Hari kemenangan bagi mereka, para hamba yang telah sebulan lamanya menahan lapar dan haus, bertarung dengan hawa nafsu akan amarah, dan keinginan semu dunia, hanya karena Allah semata.
Hari suci tempat dosa sesama mahluk, dilebur. Semua salah dimaafkan, para pendosa diampuni olehNya, atas cintaNya.
Iedul Fitri, tempat sanak saudara berkumpul, handai taulan saling bersua, menuntaskan rindu yang lama tak terpuaskan karena jarak dan waktu, saling memeluk, berbagi suka, merasakan hangatnya tetesan air mata, bahagia, suka cita, tawa.

Ramadhan Fitri,
Takkan terpisahkan, selalu ada disepanjang zaman, sampai bumi berhenti berputar, dan kembali ke haribaan, Sang Penguasa Jagad Raya Alam Semesta, Allah Subhanhu wa ta’ala…

AllahuAkbar! AllahuAkbar! AllahuAkbar! Laailahaillallah hu AllahuAkbar, AllahuAkbar walillahilhamd

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s