This is Me (1)

Sekali lagi, bernarsis ria..menceritakan diri sendiri..yah, secara, this is my blog, iya tow… =P

Tiba-tiba inget tentang bagaimana seorang Fitriani Rahman sampai di dirinya yang hari ini,.
Mungkin lebih tepatnya ini tentang bagaimana awal mula Vie kenal hidup berorganisasi dan berani ada di depan..atau ga juga sih, tapi mungkin awal mula Vie mulai sadar bahwa Vie punya potensi, hmm, gitu kayaknya yang tepat… ^_^

Thanks to Allah yang membuat Vie diterima di SMP Negeri 2 Brebes, sekolah SMP Favorit di Brebes, yang mencetak banyak murid berprestasi. Walaupun dengan harap-harap cemas sangadh, karena saat itu NEM Vie hanya 37,85..sementara target NEM penerimaan murid baru di SMP 2 dengar2 paling rendah 39,00..hufh, ini hati rasanya ga berhenti khawatir, masuk SMP 2 Brebes udah jadi cita-cita dari dulu..terlebih karena melihat seseorang yang Vie kagumi ada di SMP 2 (hhahaha.. =D cinta anak Sekolah!) orang tua ga berhenti usaha dan terus memantau perkembangan daftar nama siswa yang diterima, setiap hari…
Nilai-nilai yang masuk berubah-ubah, tiap ada siswa baru yang nilainya lebih tinggi masuk, maka mereka yang diperingkat bawah, tergeser, dan dengan berat hati mengambil berkas pendaftaran untuk cari tempat lain..sebelum terusir (bahasa lebaynya..)
Nilai Vie termasuk yang lumayan bikin deg-degan..coz mereka yang daftar di SMP 2 adalah kebanyakan siswa2 SD Favorit di kota..yang nilainya, jauh lebih tinggi dari Vie.. nilai mreka di kisaran, 40, 45, 48…wajar kalo Vie cemas, angka 37 dengan angka 40 saja lumayan jauh..tapi dengan doa orang tua yang tidak putus, dan juga takdir Allah..Vie masuk ke SMP 2 di urutan 200an kalo tidak salah…

Maka perjalanan sebagai anak SMP pun dimulai..mulai dari MOS (Masa Orientasi Siswa), yang membawa Vie pada kegiatan PASKIBRA..

PASKIBRA, kegiatan pertama yang Vie masuki di SMP..dan itulah awal semuanya, semua hal yang Vie hadapi di SMP..seterusnya sampai sekarang..

MOS di SMP 2 Brebes terdiri dari 2 sesi, pagi dan sore..pagi hari adalah sesi merasakan sekolah, sedangkan sore hari adalah saatnya belajar baris berbaris..Pendamping Kelas Vie saat MOS waktu itu adalah senior bernama Ari Dapenk. Mas Ari ini anak Paskib, dan dia punya temen namanya Mas Tarwoto yang juga anak Paskib yang kebetulan saat itu sama2 mengajari kami siswa baru tentang baris-berbaris. Di MOS itu, Mas Tarwoto dan Mas Ari memperhatikan baris berbaris Vie, mereka menilai gerakan baris berbaris Vie bagus, begitu pula postur tubuh Vie (maklum, jaman SD sering jadi pemimpin upacara, juga waktu itu baru pensiun jadi atlit badminton, jadi masih proporsional…hhahaha… =D). maka mereka nyaranin Vie buat masuk ke Pasukan Pengibar Bendera untuk acara Agustusan nanti. Dengan senang hati Vie terima usul mereka, tapi begitu sekolah beneran dimulai, terjadilah benturan. Masuk SMP, Vie mulai berjilbab. Keinginan untuk gabung ke Paskibra pun, distop. Orang tua bilang,

“Paskib kan ga ada yang pake kerudung, ga boleh ntar kalo pake kerudung, masa kamu copot kerudung?”
“iya Bu..Pak..”

Sebagai anak, Cuma bisa manut, nurut, omongan ortu ga berani dilawan. Padahal sebelumnya, Vie sempet satu kali ikut latihan, pas MOS udah dipilih anak2 yang akan masuk ke pasukan Pengibar Bendera. Tapi berhubung ortu say No, yah fine…berhenti.

Ternyata, mundurnya Vie dari calon Pasukan Pengibar Bendera sebut aja PPB yak…disayangkan sama senior, dan terlebih, sama sang Pembina Paskibra, Pak Supriyono, salah satu orang yang membuat Fitriani Rahman terinspirasi untuk terus berprestasi..

Apa yang terjadi kemudian? Wait ya!!! =D

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s