Pikirkan yang DIINGINKAN, bukan yang tidak DIINGINKAN.

Tiba2 ingat isi sebuah buku,
yang ditulis oleh Erbe Sentanu,
berjudul “Quantum Ikhlas”, pernah dengar kan?

ada hal yang menempel di ingatan V tentang isi buku tsb,
sempat hilang, tapi kemudian teringat lagi karena sebuah tweet..

@erbesentanu : Benci, benar2 cinta kan? “@om_jhod: gerakan anti narkoba… bukankah dalam dunia quantum : makin anti..malah makin menarik gelombang ?!
7:18 PM Jun 26th

ya, makin anti justru makin mendekati..
makin tidak diinginkan, makin menjadi kenyataan..
sederhananya seperti itu.

Dalam buku Quantum Ikhlas (QI), dijelaskan bahwa
kebanyakan kita, ketika menginginkan sesuatu,
tidak fokus pada apa yang benar2 kita inginkan (hal baik/kejadian baik),
tapi cenderung memikirkan, apa yang tidak kita inginkan (hal buruk/kejadian buruk)..

contoh dari kisah nyata dua org teman yang menunggu jadwal penguji proposal skripsi dan sidang skripsi :

Kisah 1 (Penguji Proposal Skripsi) :
sebut dia X,
ketika di akhir bimbingan proposal skripsinya, X berkata semoga dia tidak mendapatkan penguji A ataupun B, karena berdasarkan berita yang beredar..penguji A dan B begini begitu, sehingga membuat X khawatir tidak bisa menghadapi bila mendapatkan penguji beliau2 tsb.
Selama waktu menunggu pengumuman penguji proposal skripsi, X kerap membicarakan ketakutannya pada bbrp teman, dengan kata lain, terus memikirkannya, rasa takut tersebut masuk ke dalam hatinya. Pada hari pengumuman, ternyata X mendapatkan penguji A dan B, sebuah kombinasi yang DAHSYAT, menurut X dan jg kawan2.
X merasa yang ditakutkannya justru menjadi kenyataan krn terlalu sering ditakutkan. Namun kemudian X berusaha ikhlas dan pasrah, berdoa pada Allah agar diberikan kemampuan untuk memberikan yang terbaik dan dilancarkan jalan selama ujian proposal, Allah yang Maha membolak-balikan hati manusia, Allah yang menguasai para penguji. X berusaha untuk belajar mendalami proposalnya, tidak lagi memikirkan ketakutannya, X mempersiapkan diri untuk diuji sambil terus berdoa. Alhasil, saat dia diuji, Allah menunjukkan kuasaNYA, melunakkan hati para penguji, sehingga X tidak mengalami hal2 sulit yang sering diceritakan teman2 mahasiswa/i lain.

Kisah 2 (Penguji Skripsi) :
sebut dia Y,
F : “Y,udah dpt jadwal sidang? siapa pengujinya?”
Y : “udah,pengujinya C dan D,aduh doain ya..”
F: “iya inshAllah bisa..”
Y : “iya nih, beneran donk dpt penguji C, padahal kan Y ga mau banget”
F : “emang knp?”
Y : “kan Y pernah liat ada senior yg diuji proposal sama penguji C, trus Y ngerasa serem banget, takut pokoknya, dan nggak pengen banget dpt penguji C, eh sekarang malah dapat penguji C”
F : “wah,dipikirin terus sih, jadinya malah beneran dikasih deh ma Allah..”
Y : “iya kali ya,yah,Bismillah aja deh”
F : “goodluck ya Y!”

Dari dua kisah di atas, mungkin Reader jg pernah mengalaminya..atau dengan kisah yang berbeda namun dengan inti yang sama, yaitu SEMAKIN KITA MEMIKIRKAN YANG TIDAK KITA INGINKAN, MAKA ITULAH YANG MENJADI KENYATAAN.

seperti halnya dua buah garpu tala, jika frekuensinya sama, maka ketika satu garpu digetarkan, maka garpu yang lain akan ikut bergetar. semesta ini penuh dengan jaring2 yang invisible, jaring2 tersebut menghubungkan hal satu dengan lainnya. semakin sering sesuatu itu dibicarakan, dipikirkan, maka sesuatu itu akan mengeluarkan getaran dan akan mencari sesuatu yang berfrekuensi sama untuk kemudian menariknya menjadi kenyataan.

ketika kita terus ketakutan akan suatu hal, kita terus memikirkannya, terus membicarakannya, maka dengan sendirinya kita mengundang hal yang kita takuti itu untuk benar2 datang.

maka Pak Erbe mengatakan kurang lebih, jika kita terus memikirkan, membicarakan hal-hal yang positif dengan kalimat yang positif, maka hal positif tersebut akan bergetar mencari sesuatu yang berfrekuensi sama, yaitu positif. begitupun sebaliknya dengan hal negatif.

jadi, selama yang kita pikirkan, kita bicarakan, dan bahkan kita rasakan adalah hal-hal positif, maka yang terjadi bukan hanya satu positif, tapi positif satu menarik positif yang lainnya dan seterusnya. Hal yang positif atau yang baik, akan menarik juga hal yang positif atau yang baik. ^_^ inshAllah…

Apabila ini positif dan baik, silahkan berbagi dengan yang lain.
Ingin lebih lengkap tentang ini?
Silahkan baca sendiri bukunya,hhehe..peace ^_^v

.VieZmE a.k.a. Fitriani Rahman.
Bandung, 28062011, 9.46 AM

Taken from my FB Note

2 thoughts on “Pikirkan yang DIINGINKAN, bukan yang tidak DIINGINKAN.

  1. excellent story V. sy blon selesai baca buku bout ‘the law of attraction’, kayaknya nyambung juga. religiously, ini namanya ‘Dzon’. the power of ‘Dzon’ selalu menyertai hidup saya. di balik Dzon ini, usaha dan doa adalah motor penggerak untuk mencapai cita kita. dan ketika yg kita harapkan tak tercapai pun, kita masih bisa tersenyum, karena itulah takdir kita.

    • Nuhun Pak Rizal..🙂
      iya Pak, emang ada hubungannya antara buku “Law of Attraction” sm “Quantum Ikhlas”
      klo LoA ga terhubung ke God, klo QI terhubung ke Yang Maha Kuasa, Allah SWT.

      Betul banget..Dzon..prasangka..sudah diberi tahu juga oleh Allah, bahwa “Aku sesuai prasangka hambaKU”
      ketika kita Husnudzon..inshAllah yg baik2 yg dikasih Allah..tapi klo Suudzon..ya sebaliknya🙂

      terima kasih banyak Pak mau menyempatkan diri mampir ke blog sy ^_^v

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s