25 Maret, 2012 (3)

Copas dari Status FB sendiri :

“pernahkah Anda bertanya kenapa dia pergi?”
“pergi tanpa mengucap pisah, begitu saja, tiba-tiba tiada.”
“pernahkah?”
“apa pedulimu? kau bukan siapa-siapanya.”
“saya sahabatnya, tidakkah itu berarti untuk Anda?”
“berbagi padaku saja tidak, apalagi padamu, hanya, sahabatnya. aku tahu dia, lebih dari siapapun!”
“mungkin hanya sebagian dari dia. Jadi, pernahkan Anda bertanya?”
“aku selalu bertanya! betapa gilanya dia membiarkanku terus bertanya tanpa pernah mendapatkan jawaban! kemana dia?! yang muncul tiba-tiba menanam harapan, kemudian pergi tiba-tiba meninggalkan lahan yang mulai subur yang pelan-pelan siap mati. MATI!!!”
“Anda tidak pernah bertanya pada saya. Oke, mungkin karena Anda berpikir saya bukan siapa-siapa, tapi sepertinya Anda harus tahu. Saya tidak rela dia menjadi tampak buruk di hadapan Anda.”
“memangnya apa yang kamu tahu dan aku tidak tahu?!”
“tentu, alasannya pergi, dari Anda.”
“bosan? takut menyakiti? aku terlalu baik? apa? alasan klise yang mana??”
“Anda menuduhnya, setelah ini Anda akan menyesal.”
“katakan saja!”
“dia terlalu menyayangi Anda, keberadaan Anda di dekatnya merupakan suatu hal yang dia senangi sekaligus takuti. Anda tahu resikonya jika Anda terus bersama dia, cepat atau lambat, Anda akan terseret dalam kasusnya. dia tidak mau. dia tidak rela melihat Anda mati. ya, ketakutannya adalah melihat Anda mati, pergi meninggalkan dia. maka…”
“maka dia saja yang pergi, begitu? maka itu sama saja menyelamatkan aku?? egois! bagus sekali pilihannya untuk membunuhku, dengan pelan, karena menahan sakit hati ditinggalkan. dan dia pikir itu yang terbaik. egois!”
“Anda salah memahami maksudnya, Anda harus melihat lebih jauh maksudnya, untuk melindungi Anda, orang yang dikasihinya.”
“tidakkah dia tahu, yang dia lakukan, tidak menyelematkan seorang pun, tapi membunuh dua orang sekaligus, aku, dan dia. katakan padaku bahwa dia tenang, tidak bukan?! harusnya dia berpikir lebih jauh. katakan itu padanya.”
“maaf jika yang saya sampaikan tidak sesuai dengan maksud yang sebenarnya, tapi saya hanya ingin Anda tahu.”
“terima kasih, tidak cukup membantu, tidak meredakan luka, justru menaburkan garam. terima kasih sekali lagi.”

Jujur terkadang membawa dilema, dia seperti obat, terkadang reaksinya bisa melegakan, tapi jika tidak sesuai dosis atau salah penggunaan, dia akan menjadi racun, mematikan. mengerikan.

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s