Nggak Butuh Ijin

Kadang, dunia nggak butuh minta ijin kita, untuk melakukan sesuatu, yang ternyata membuat kita merasakan, entah sedih atau senang. Tapi juga kadang, orang-orang berkata, dunia akan terus melakukan sesuatu, sekedar melakukan, rasa sedih atau senang, muncul karena itulah reaksi kita terhadap perlakuan dunia. Yang menentukan adalah reaksi kita.

Kadang, ketika dalam keadaan yang menurut kita sedih, kita tidak ingat bahwa, dulu, kita pun pernah merasa sedih, tapi kita terus berjalan, sesekali menengok ke belakang, hanya sekedar mencari hikmah, kita terus berjalan, sampai akhirnya, sedih itu berlalu, selesai, tergantikan dengan kebahagiaan, dan begitupun kita menjalani kebahagiaan, pada suatu ketika, dipertemukan lagi dengan kesedihan. Toh Allah sudah berfirman, Hidup ini hanya senda gurau belaka, akhiratlah tempat kita berpulang, tempat yang sesungguhnya.

Maka, Ibu V sering bilang,

“Yang sabar Nak, toh hidup di dunia nggak selamanya, cuma sebentar, mumpung masih hidup di dunia, dikumpulin bekal buat di akhirat sebanyak-banyaknya. Nanti kalau sudah di akhirat, cuma amal yang bisa nolong diri sendiri, nggak ada lagi.”

Bapak sering bilang,

“kamu harus punya pandangan yang luas, supaya nggak semua hal mempengaruhi kamu. jadilah layaknya danau yang luas, supaya ketika ditaburkan garam segenggam ke dalamnya, nggak akan terasa. jangan jadi air dalam gelas, dikasih garam segenggam, langsung keasinan.”

kita selalu butuh orang lain, butuh orang yang selalu bersedia bilang ke kita,

“Sabar…Syukur…”

karena itulah keberuntungan seorang muslim,
apabila ia ditimpa musibah/kesulitan, ia bersabar, baginya pahala
apabila ia diberi kebahagiaan/kemudahan, ia bersyukur, baginya pahala

dan bila setiap jalan yang kita lewati,
ujung jalan yang kita ingini adalah bahagia hidup di akhirat,
maka dunia ini, sungguh, senda gurau semata,
maka dunia ini, sungguh, tempat yang sementara,
jangan lepas dari agama, jangan lepas dari Islam,
jangan lepas dari Allah dan RasulNYA,
karena itulah yang membuat hidup bermakna
yang membuat kerasnya hidup bagaimanapun, bisa terasa manis dan lezat
karena dijalani dengan takwa, hanya karena mengharap ridho Allah semata

kalau suatu hari dunia tak adil padamu, menurutmu
tetap jangan abaikan hak Allah padamu,
dunia boleh tak adil, tapi Allah Maha Adil,
jangan khawatir, kelak Allah akan tunjukkan,
KuasaNYA yang tak terjangkau akal manusia..

semua mungkin, semua mudah, bagi Allah..
mintalah..dengan sepenuh keyakinan..
Allah Maha Segalanya..

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s