Diem aja!

Bolak balik, tulis, hapus. Sering banget begitu. V takut komentar, karena paling males dikomentarin, apalagi yg nadanya nyinyir. tapi V pengen ngasi tahu aja, diterima baik2 Alhamdulillah, tersinggung ya maaf. Tapi V nggak mau nyinggung orang, karena V jg nggak mau dibikin tersinggung. Tah, ribet kan.

Sungguh, maksud V cuma mengajak yg baik, bukan karena V sudah baik, tapi karena belajar jadi baik bisa sama2, caranya adalah mulai melangkah. Karena yang berat itu dari 0 ke 1, alias memulai.

Sekali lagi, bukan ingin menyinggung, V hanya merasa berkewajiban untuk memberitahu sebagai seorang muslim, berkewajiban menyampaikan, mengajak, karena itulah yg dilakukan Rasulullah. Beliau menyampaikan perintah Allah, Beliau memberitahukan pada ummatnya bahwa Allah memberi petunjuk, pedoman untuk hidup agar diridhoi Allah, agar bahagia, melalui Al-Qur’an. Beliau tidak menyimpan untuk dirinya sendiri, Beliau tidak berpikiran, “yg penting saya udah bener, yg lain belum, ya urusan masing2.” Beliau ingin ummatnya juga merasakan kebahagiaan yang sama, Beliau ingin ummatnya ada di jalan yg Allah ridhoi. Rasulullah berdakwah karena beliau sayang pada ummatnya.

Rasulullah menyampaikan, memberi teladan yg baik, untuk kemudian diambil pelajaran oleh orang yang berpikir. Tapi V jauuuuuuuhhhhh, teramat jauuuhhhh dr akhlak Rasulullah, jd yg sanggup V lakukan baru sebatas menyampaikan sambil berusaha memperbaiki diri.

Ukhti sayang..kau adalah perempuan, bagaimanapun rupamu, dirimu, kau diciptakan mulia dan berharga. Begitu berharganya dirimu, maka Allah sangat ingin menjagamu, ciptaanNYA yang indah dan halus. Oleh karena itu, Allah turunkan perintah berhijab, agar keindahanmu tak tersaji bak barang murah, agar kau mudah dikenali & tidak diganggu. Kau bersedia untuk sholat mengenakan mukena, kau bilang karena sholat tidak sah jika aurat terbuka, tapi ukhti, Allah perintahkan tutup aurat tidak hanya saat sholat. Kau bilang ingin jilbabi hati dulu, tapi ukhti, justru hati jangan ditutupi, biarkan ia terbuka menerima hidayah Allah yg indah. Kau bilang yang penting berbuat baik, daripada berjilbab tapi kelakuan minus, duhai ukhti kenapa itu yang kau lihat? Tengoklah wanita2 berjilbab yang penuh prestasi, baik hati & beragam perilaku baik lainnya, mereka berjilbab, mereka berbuat baik. Dan lain lagi kau bilang, nanti dulu, kalau sudah bersuami, kalau sudah tua saja, dan nanti yang lainnya..ukhti sayang, siapa yang tahu umur manusia? Mungkinkah meminta pengunduran kematian agar jangan datang sebelum kau mantap berjilbab? Tidak bisa ukhti..maka duhai ukhti sayang yang dirahmati Allah yg dicintai Allah, berhijablah, sesuaikan dengan aturannya, lengkapi sikapmu yang anggun, santun, baik hati, rajin sholat puasa serta mengaji itu dengan berhijab. Niatkan karena Allah, yakin pada Allah, sebelum ruh sampai di tenggorokan, sebelum waktu habis, ayo ukhti sayang..berhijab ya🙂

Jangan biarkan Ayah/suamimu menanggung dosa karena kau tidak menutup aurat. Sayangi diri & keluargamu dg berhijab.

Buka hati ya cantik..🙂

NB : untuk ikhwan, jgn pake celana pendek di atas lutut. Itu aurat laki2 lho.

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s