Menyusuilah Dengan keras Kepala!

Search : Karel Sulthan Adnara

Aku ga mau nyusuin ah, ntar PDku jelek, suamiku jd ogah sama aku, ntar ngelirik perempuan lain.

Aku ga mau nyusuin ah, aku kan kerja, ribet. Gajiku gede kok, susu formula paling bagus paling mahal juga aku sanggup beliin buat anakku.

Aku ga mau nyusuin ah, capek. Udah aja kasih susu formula, anteng toh tidurnya, ga dikit2 bangun. Aku kan ngantuk abis lairan, cape, sakit, pegel.

Semoga temen V ga ada yg kaya orang2 di atas.

Sedih lho dengernya😦 disaat ada Ibu yg bahkan berPD rata, sekuat tenaga ngASI, dicibir, tapi terus ngASI, beliau yakin, ASI saya cukup. Alhamdulillah, Lulus S3 ASI.

Dibelahan kota lain ada yg bahkan tidak memiliki Ibu saat lahir, karena ibunya meninggal lepas melahirkan, tapi sampai hari ini hampir lulus S3 ASI. Ayah & keluarganya pontang panting mencari donor ASI. Karel, ya Karel nama anak itu. Karel bin Nazrul Anwar.

Di tempat yg lain, jauh di perantauan, seorang Ibu rela menahan kantuk berjam2, tinggal hanya bertiga dg suami & bayi, menyusui tiap malam, menimang si bayi, tak berniat menyusahkan suami yg telah letih bekerja, meskipun fisiknya sendiri lelah efek melahirkan. Terus menyusui, karena mengerti, ASI adalah investasi. Harus diperjuangkan.

Menyusuilah dengan keras kepala. Susui hanya dengan ASI sampai 6bulan. Lanjutkan sampai 1tahun. Terus sampai 2tahun, agar tunai perintah Allah, agar sempurna amanah yg Allah berikan.

Jangan berhenti susui anakmu, sebelum usianya 2tahun. Aamiin.🙂

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s