Saya hanya seorang Ibu yang khawatir

sebenernya pengen nulis di FB, tapi takut dikomen sama beberapa orang, yang entah kenapa dengan terang2an membela kaum LGBT, bahwa mereka tidak terlalu bersalah. kalo di sini mau komen pun, terserah, saya hanya seorang ibu yang khawatir. saya punya anak yang ingin selalu saya jaga sesuai fitrahnya, anak saya saat ini laki2. maka akan saya dan suami didik semampunya untuk menjadi laki2 yang sesuai fitrahnya, sesuai petunjuk nabi Muhammad SAW, insya Allah, aamiin.

kami berlindung pada Allah dari segala bentuk kejahatan manusia, fitnah manusia. saya mungkin tidak menyaksikan sendiri korban2 kejahatan penyakit LGBT. saya hanya mendengar cerita dari orang yang menyaksikan langsung, dan dari mendengar pun saya sudah bergidik ngeri kalo bukan dibilang jijik. bagaimana mungkin saya akan bilang bahwa hal itu normal? bagaimana mungkin saya akan bilang bahwa itu hal biasa, bukan sesuatu yang menentang kemanusiaan? dalihnya adalah cinta, sayakah yang salah belajar tentang cinta, tapi yang saya tahu Allah menciptakan cinta antara adam dan hawa, lelaki dan perempuan, untuk kemudian menjadikan mereka memiliki keturunan. kemudian dalih lagi, cinta tidak melulu tentang memiliki keturunan, yang penting dapat hidup bersama, bahagia. tanyakan pada nurani paling dalam, bahagiakah melawan kebenaran? tidak selamanya perasaan harus diturutkan, saya lebih merasa itu condong pada nafsu.

sungguh, saya hanya ibu yang sedang ketakutan. saya tidak meminta anda untuk memahami ketakutan saya, jika anda bukan seorang ibu, atau seorang ayah. saya hanya minta, tolong pikirkan, bagaimana mungkin berhubungan sesama jenis, mencintai sesama jenis dianggap wajar, bahkan sampai dimintakan hak agar setara dengan hubungan lain jenis. mana agama yang menyatakan itu boleh?

sungguh jika bisa rasanya ingin memelas memohon pada mereka penderita penyakit LGBT, jauhilah kami, tidak usah muncul dan mengajak orang lain, kalau perlu bentuklah pulau sendiri, tinggal di sana sampai kalian semua meninggal, dan baru tersadar pentingnya memiliki keturunan, anak keturunan sendiri, darah sendiri. nafsu yang terus dituruti tidak akan membawa kebaikan melainkan jatuh ke jurang kepedihan.

saya tidak membenci penderita, saya pun memiliki teman yang jelas2 menyatakan di depan saya, dia mencintai teman prianya, dia menyatakan cinta pada teman pria itu setelah mereka sholat jumat bersama. saya pikir, gila! kamu itu cowok, dia itu cowok, kenapa kok bisa? nggak usah diterusin. dan kemudian kami nggak pernah lagi ketemu, entah dia sekarang.

mungkin akan ada orang yang bilang, ribet amat sih ngurusin orang, yang penting jaga aja keluargamu. tahu nggak sih, menjaga keluarga agar sesuai fitrahnya itu sudah pasti akan kami lakukan. tapi kalo kami mendiamkan, dan membiarkan LGBT berkembang, bukan tidak mungkin kan mereka akan sampai ke lingkungan sekitar kami, na’udzubillah mindzalik.

siapapun, yang masih punya nurani, yang masih ingin anak2nya tumbuh sesuai norma agama, TOLAK LGBT! biarkan mereka merasa tidak punya tempat untuk berkembang, biarkan mereka merasa tidak diterima, biarkan! jangan beri ruang untuk tumbuh! jangan beri ruang untuk berkembang! merasa kasihan caranya dengan mengajak mereka kembali normal, bukan dengan mempersilakan melampiaskan nafsu setan.

saya hanya seorang ibu yang khawatir, dan ketakutan. sungguh tak henti doa dipanjatkan untuk memohon perlindungan, Allah..jagalah kami, anak keturunan kami, dari fitnah manusia yang keji. aamiin.

One thought on “Saya hanya seorang Ibu yang khawatir

  1. Pernah kepikiran orang orang yg punya penyakit ini d isolasi saja misal tempat kan d salah satu kepulauan seribu.

    Toh nanti juga habis,….. Tapi saya tau ini bukan solusi hanya pikiran iseng

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s