Next

kalau dibilang takut, saya mungkin penakut. saya takut salah ambil keputusan lalu dimarahi, disalahkan. saya takut yang saya lakukan salah, berdampak orang lain, dan saya disalahkan.

mungkin karena itu, saya (sejujurnya masih) takut punya anak lagi. bukan masalah hamil & melahirkannya, karena itu saya pribadi yg merasakan. tapi, anak lagi, adik buat Alfi, itu rasanya, saya bingung gimana bilangnya.

Alfi hari ini 31 bulan, 2y7m. Alhamdulillah sudah tidak pakai diapers kecuali kalo pengen pup (msh blm terbiasa pup di WC). tapi Alfi belum berhasil disapih, apa karena hati saya yang terlalu lemah, takut Alfi sedih, nggak tega lihat Alfi menderita karena hilang sumber kenyamanannya. padahal harusnya saya menyapih & melatih Alfi bahwa sumber nyamannya bisa dari hal lain, tidak hanya dg menyusu.

saya takut dibilang ibu yg nggak sayang anak (tega banget sih anaknya dipaksa disapih), saya takut dibilang ibu yg nggak sayang anak (masa umur segini belum disapih juga, nanti nggak mandiri).

rasanya masih banyak PR saya, terutama yang berhubungan dg sisi psikis saya, tentang mendidik Alfi mandiri, harus sudah bisa ini itu, disapih, tuntas TT, bisa makan sendiri, dll. saya merasa dikejar untuk menuntaskan banyak hal sebelum memutuskan untuk hamil lagi.

mungkin tekanan itu bukan dari sekitar, tapi dari pikiran saya sendiri. saya takut ketika memutuskan hamil lagi dan orang menilai saya, kok udah hamil lagi kan Alfi nya masih …., kok udah hamil lagi emangnya udah …., dll.

ah, bodoh ya? mikirin banget apa kata orang nanti, padahal kan saya yg jalani. padahal belum tentu juga begitu pengen langsung dikasih sama Allah kan, kepedean amat ya.

saya belum bisa sepenuhnya cuek, nggak mikirin apa kata orang, atau selama ini orang nggak bilang apa2, tapi saya nya aja yang overthinking?? saya ketakutan duluan?? karena saya lihat perlakuan orang pada orang lain, dan saya nggak suka, dan saya pikir jika saya di posisi sama maka akan diperlakukan begitu? saya takut. karena saya dengar pembicaraan orang pada orang lain, dan saya nggak suka, dan saya pikir jika saya di posisi sama maka akan digunjingkan begitu juga? saya takut. rasanya tidak nyaman. sangat tidak nyaman.

saya merasa bodoh, saya bicara seolah tidak punya Tuhan. tapi sungguh, saya tidak bisa mengabaikan perasaan ini. walau saya tidak menunjukkan, tapi rasa takut itu sering tiba2 datang lagi. membuat ragu, membuat bertanya, mampukah saya? kuatkah saya?

apa yang paling saya butuhkan sekarang? disemangati? diyakinkan? bukankah semua itu percuma jika bukan saya sendiri yang mengambil langkah? atau, bagaimana harusnya?

Ya Allah, 5 bulan lagi Alfi 3y, kalau sesuai rencana, setelah Alfi 3y mau program anak ke-2, apakah 5 bulan cukup untuk meyakinkan diri? cukup untuk menguatkan diri?

please ya Allah, stay with me..I need YOU, more and more.

Comment, Please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s